Minim Respons, Layanan Kesehatan Gratis di IKN Masih Sepi Peminat: Tantangan dan Solusi

Penajam Paser Utara, 29 Maret 2025 – Program layanan kesehatan gratis yang disediakan di wilayah yang menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya belum mendapatkan respons yang diharapkan dari masyarakat. Meski fasilitas telah disiapkan secara optimal, antusiasme warga untuk memanfaatkan layanan ini masih rendah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat bahwa dari 200 orang yang terdaftar, hanya 14 yang benar-benar hadir untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas yang telah disediakan.

Kepala Dinkes PPU, Jansje Grace Makisurat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, termasuk sosialisasi melalui berbagai media serta penggunaan aplikasi Satu Sehat sebagai bagian dari sistem pendaftaran. Namun demikian, hasil yang diperoleh masih jauh dari harapan.

 

Layanan Kesehatan Gratis: Peluang dan Tantangan

Pemerintah terus berupaya memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tanpa harus terbebani oleh biaya. Program layanan kesehatan gratis di wilayah IKN dirancang untuk menjawab tantangan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat, program ini juga menghadapi berbagai kendala yang membuat pelaksanaannya kurang optimal.

 

Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Penyediaan layanan kesehatan gratis memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi masyarakat, di antaranya:

  • Meningkatkan Akses terhadap Layanan Medis
    Dengan adanya layanan kesehatan gratis, masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan perawatan medis kini memiliki kesempatan untuk menjalani pemeriksaan tanpa harus mengkhawatirkan biaya.
  • Mencegah Penyakit Sejak Dini
    Pemeriksaan kesehatan rutin memungkinkan deteksi dini penyakit, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efektif. 
  • Mengurangi Beban Finansial Warga
    Biaya pengobatan sering menjadi kendala bagi banyak orang, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Dengan adanya layanan kesehatan gratis, beban ekonomi akibat pengeluaran medis dapat berkurang.
  • Meningkatkan Kualitas Hidup
    Kesehatan yang lebih baik berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

 

Mengapa Partisipasi Masyarakat Masih Rendah?

Meski manfaatnya jelas, masih banyak tantangan yang menghambat optimalisasi layanan kesehatan gratis, antara lain:

Kurangnya Kesadaran Masyarakat
Banyak warga yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sosialisasi yang dilakukan mungkin belum menjangkau semua lapisan masyarakat secara efektif.

 

Minimnya Kehadiran Meskipun Sudah Mendaftar
Seperti yang terjadi di PPU, banyak warga yang telah mendaftar secara online melalui aplikasi Satu Sehat, tetapi akhirnya tidak datang ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan.

 

Kendala Teknis dan Administratif
Proses pendaftaran melalui aplikasi berbasis digital terkadang menjadi kendala, terutama bagi masyarakat yang kurang akrab dengan teknologi.

 

Kurangnya Informasi Terkait Jadwal dan Lokasi
Beberapa warga mungkin tidak mengetahui kapan dan di mana layanan kesehatan gratis tersedia, sehingga mereka tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal.

 

Faktor Budaya dan Persepsi Masyarakat
Beberapa warga masih memiliki pola pikir bahwa pemeriksaan kesehatan hanya diperlukan saat sakit, sehingga mereka enggan untuk melakukan pemeriksaan rutin.

 

Jarak dan Aksesibilitas Fasilitas Kesehatan
Bagi warga yang tinggal di daerah terpencil, jarak menuju puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya bisa menjadi kendala utama.

 

Strategi Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Untuk memastikan program layanan kesehatan gratis ini berjalan optimal, sejumlah langkah perlu dilakukan guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Sosialisasi yang Lebih IntensifPemerintah daerah dan tenaga medis perlu lebih aktif dalam menyebarkan informasi mengenai layanan ini melalui berbagai media, termasuk media sosial, radio, dan pengumuman langsung di komunitas.

Pendekatan langsung ke warga tim medis dapat mengadopsi metode jemput bola dengan mengunjungi pemukiman warga untuk memberikan edukasi dan mendorong mereka memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

Penyederhanaan proses pendaftaran tidak semua warga terbiasa menggunakan teknologi digital. Oleh karena itu, opsi pendaftaran manual atau bantuan bagi mereka yang kesulitan mengakses aplikasi dapat dipertimbangkan.

Kolaborasi dengan tokoh masyarakat bekerja sama dengan tokoh agama, pemuka adat, dan komunitas lokal dapat membantu menyebarluaskan informasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan di tempat yang lebih strategis selain puskesmas, layanan kesehatan bisa diselenggarakan di tempat-tempat yang lebih mudah dijangkau warga, seperti balai desa atau pusat perbelanjaan.

Penyediaan Transportasi Gratis ke Fasilitas KesehatanPemerintah daerah dapat menyediakan transportasi gratis bagi warga yang tinggal di daerah terpencil untuk memudahkan mereka mengakses layanan kesehatan.

Meningkatkan edukasi mengenai pola hidup sehat selain layanan kesehatan gratis, edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat perlu digalakkan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Pemerintah daerah berharap partisipasi masyarakat dalam program ini akan meningkat seiring dengan upaya sosialisasi yang terus dilakukan. Keberhasilan program layanan kesehatan gratis tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga pada kesadaran dan kemauan masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut.

Dengan lebih banyak warga yang memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, diharapkan angka kunjungan ke fasilitas medis akan meningkat. Langkah-langkah inovatif dan kolaboratif sangat diperlukan untuk memastikan layanan kesehatan gratis benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah IKN yang sedang berkembang pesat ini.

Peningkatan partisipasi warga dalam layanan kesehatan gratis akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup, pengurangan angka penyakit kronis, serta mempercepat transformasi IKN menjadi kota yang sehat dan berdaya saing. Dengan strategi yang tepat dan kerja sama antara pemerintah, tenaga medis, serta masyarakat, layanan kesehatan gratis di IKN dapat mencapai tujuan yang lebih maksimal.

 

Previous Post