BRI Dorong Pertumbuhan UMKM di Kalimantan Barat dengan Penyaluran KUR Terbesar

 

Foto BRI

Pontianak, Maret 2025 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kalimantan Barat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di provinsi ini. Dengan komitmen tinggi terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp626,07 miliar kepada 9.171 debitur di seluruh wilayah Kalbar hanya dalam dua bulan pertama tahun 2025.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat, Yulianto, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadikan BRI sebagai lembaga keuangan dengan penyaluran KUR terbesar di provinsi tersebut.

“Dari angka realisasi Rp626,07 miliar tersebut, BRI menyalurkannya kepada 9.171 debitur yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan realisasi KUR terbesar, yakni sebesar Rp83,80 miliar untuk 1.119 debitur,” ujar Yulianto di Pontianak, Selasa.

Sebaliknya, realisasi KUR terendah tercatat di Kabupaten Kayong Utara, di mana BRI menyalurkan Rp14,10 miliar kepada 211 debitur. Meski jumlahnya relatif lebih kecil dibanding daerah lain, tetap menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka dengan dukungan KUR.


Dampak Langsung KUR bagi UMKM

Keberhasilan BRI dalam menyalurkan KUR turut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Salah satunya adalah Restu, seorang pengusaha kopi asal Pontianak yang telah memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan usahanya.

“Saya menggunakan KUR dari BRI untuk menambah fasilitas dan meningkatkan produksi usaha kopi saya. Bahkan, sejak awal usaha, istri saya juga sudah menggunakan KUR untuk modal usaha,” ungkap Restu.

Menurutnya, program KUR memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha karena memiliki bunga rendah serta proses pengajuan yang relatif mudah dan cepat. Restu menambahkan bahwa adanya fasilitas pembiayaan seperti KUR telah membantu banyak masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.

“Kami menjadi bukti nyata bagaimana KUR BRI membantu memajukan usaha kecil. Kini, saya bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.


Pembiayaan Usaha Mikro (UMi) Juga Terus Ditingkatkan

Selain KUR, BRI juga aktif menyalurkan pembiayaan Usaha Mikro (UMi) di Kalimantan Barat. Hingga Februari 2025, total pembiayaan UMi yang telah disalurkan mencapai Rp571,5 juta kepada 163 debitur. Berbeda dengan KUR yang lebih banyak diberikan kepada individu, skema pembiayaan UMi lebih sering dimanfaatkan dalam bentuk kelompok usaha.

“Sebagian besar penerima pembiayaan UMi memanfaatkan skema kelompok untuk mengakses pendanaan. Ini membantu mereka mendapatkan modal usaha dengan sistem yang lebih fleksibel dan terjangkau,” jelas Yulianto.


BRI dan Perannya dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Dukungan BRI terhadap UMKM di Kalimantan Barat sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian, dan penyaluran KUR telah berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing usaha kecil.

Menurut data Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Barat, sejak tahun 2023, penyaluran KUR melalui BRI telah membantu menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja baru di provinsi ini. Sektor yang paling banyak menerima manfaat dari program ini antara lain:

  • Pertanian (35%) – mencakup petani kecil, perkebunan, serta usaha terkait agribisnis.
  • Perdagangan (30%) – meliputi pedagang grosir, eceran, dan bisnis berbasis digital.
  • Jasa makanan dan minuman (20%) – termasuk usaha warung, restoran, serta industri makanan rumahan.

Target BRI ke Depan: Meningkatkan Penyaluran KUR hingga Rp3,5 Triliun

Melihat dampak positif yang telah dihasilkan, BRI berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran KUR di Kalimantan Barat. Tahun 2025, target yang ditetapkan mencapai Rp3,5 triliun.

“Sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, BRI akan terus memainkan peran strategis dalam implementasi program KUR. Kami optimistis dapat mencapai target penyaluran Rp3,5 triliun untuk Kalimantan Barat guna mendorong lebih banyak UMKM berkembang,” ujar perwakilan BRI.

Secara nasional, BRI merupakan salah satu bank pelaksana utama KUR dengan pangsa pasar mencapai 35-40% dari total penyaluran nasional. Hingga Maret 2025, BRI telah menyalurkan lebih dari Rp120 triliun KUR ke seluruh Indonesia, termasuk Rp626 miliar khusus di Kalimantan Barat dalam dua bulan pertama tahun ini.


Dukungan Digitalisasi dalam Penyaluran KUR

Untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses penyaluran KUR, BRI juga terus mengembangkan layanan digitalnya. Lewat aplikasi BRImo dan berbagai platform digital banking, calon debitur kini dapat mengajukan KUR secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

“Kami berupaya terus meningkatkan layanan digital agar akses KUR lebih inklusif, khususnya bagi pelaku UMKM di daerah terpencil,” tambah perwakilan BRI.

Dengan berbagai strategi yang diterapkan, diharapkan UMKM di Kalimantan Barat semakin maju dan mampu bersaing dalam ekonomi yang semakin kompetitif. Keberlanjutan program KUR tidak hanya membantu pertumbuhan usaha kecil, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Next Post Previous Post