AIIB Suntikkan Rp 16,4 Triliun untuk Proyek IKN: Dorongan Baru bagi Pembangunan Ibukota Masa Depan
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin mendapat
dorongan finansial dengan komitmen pendanaan dari Asian Infrastructure
Investment Bank (AIIB). Bank infrastruktur multilateral yang berbasis di
Beijing ini membuka peluang investasi hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,4
triliun (kurs Rp 16.400) untuk mempercepat pembangunan IKN, khususnya dalam
sektor infrastruktur utama.
Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Perwakilan Otorita IKN di Menara Mandiri, Jakarta, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama Presiden dan Ketua Dewan Direksi AIIB, H.E. Jin Liqun, serta jajaran eksekutif lainnya, membahas rencana investasi dan skema pendanaan yang akan diterapkan guna memastikan kelangsungan proyek ini. AIIB melihat IKN sebagai proyek strategis dengan potensi besar, sejalan dengan mandatnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Asia.
Fokus Pendanaan: Infrastruktur Inti untuk Ibukota Politik
Dalam pemaparannya, Basuki menegaskan bahwa periode 2025-2029 menjadi fase krusial bagi pengembangan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Fokus utama dari pendanaan AIIB akan diarahkan pada pembangunan gedung parlemen dan ekosistem pendukungnya, termasuk kantor pemerintahan, infrastruktur transportasi, serta fasilitas penunjang lainnya.
“Kami memaparkan berbagai proyek strategis yang akan dikembangkan di IKN, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur inti yang mendukung target IKN sebagai Ibukota Politik Negara Tahun 2028,” ujar Basuki dalam pernyataan tertulisnya.
Langkah ini selaras dengan rencana pemerintah untuk merelokasi pusat administrasi negara ke Kalimantan Timur guna menciptakan pemerataan pembangunan serta mengurangi beban Jakarta yang semakin padat. Otorita IKN pun menegaskan pentingnya integrasi antara hunian sosial dan komersial dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) agar dapat menciptakan dinamika perkotaan yang aktif.
Skema Pendanaan: Kombinasi Berbagai Sumber
Basuki juga menyoroti pentingnya diversifikasi pendanaan guna memastikan keberlanjutan proyek ini. AIIB tidak akan menjadi satu-satunya sumber dana, melainkan bagian dari kombinasi yang lebih luas, termasuk alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investasi swasta, skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta pendekatan creative financing yang memungkinkan fleksibilitas dalam pembiayaan.
“Kami menerapkan berbagai skema pendanaan yang inovatif agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana tanpa membebani APBN secara berlebihan. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi investor global untuk turut serta dalam pengembangan IKN,” jelasnya.
Otorita IKN kini tengah bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN/Bappenas) untuk memastikan proyek-proyek yang mendapatkan prioritas pendanaan dimasukkan dalam Bluebook, sebuah daftar proyek strategis nasional yang disusun sebagai panduan bagi para mitra pembangunan dan lembaga keuangan internasional.
Optimisme terhadap Masa Depan IKN
Dukungan AIIB terhadap proyek ini menandakan semakin besarnya kepercayaan komunitas internasional terhadap visi besar IKN sebagai ibu kota yang modern, hijau, dan inklusif. AIIB sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam mendanai proyek infrastruktur di berbagai negara Asia, dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi.
Jin Liqun menyatakan bahwa AIIB melihat IKN sebagai contoh nyata dari pembangunan perkotaan yang dirancang dengan konsep keberlanjutan di era modern. “Kami mendukung inisiatif yang tidak hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga merancang lingkungan yang inklusif dan ramah lingkungan. IKN memiliki potensi besar untuk menjadi model bagi ibu kota masa depan,” katanya.
Dengan semakin kuatnya dukungan internasional, Otorita IKN optimistis bahwa proyek ini akan berjalan sesuai target dan mampu menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Basuki menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan IKN sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun mitra internasional seperti AIIB.
“Dengan dukungan dari AIIB dan mitra strategis lainnya, kami yakin IKN dapat terwujud sebagai ibu kota yang modern, inovatif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia,” pungkas Basuki.
Dengan suntikan dana dari AIIB, percepatan pembangunan IKN kini memasuki babak baru yang semakin menjanjikan. Keberhasilan proyek ini tidak hanya akan mengubah wajah pemerintahan Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di kawasan timur Indonesia. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Indonesia merealisasikan salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarahnya.