Penghargaan Lintas Etnis untuk Pangdam XII/Tpr: Simbol Harmoni dan Stabilitas Kalbar Pasca Pemilu 2024

  

Foto : Pontianak Post

Sebuah Momen Bersejarah di Bumi Khatulistiwa

Dalam sebuah peristiwa bersejarah yang mencerminkan kedamaian dan kerukunan antar-etnis, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Iwan Setiawan, menerima penghargaan luar biasa dari puluhan tokoh lintas etnis di Kalimantan Barat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di provinsi ini, khususnya selama proses Pemilu Presiden dan Legislatif 2024, yang kemudian berlanjut ke Pilkada yang berjalan lancar dan damai. Acara ini diadakan di Makodam XII/Tanjungpura, Senin, 2 Desember 2024, menjadi simbol kuat kebersamaan dalam keberagaman.

Para tokoh yang hadir berasal dari berbagai latar belakang etnis: Dayak, Sunda, Jawa, Tionghoa, Nias, Batak, Flobamora, Papua, Bugis, dan banyak lainnya. Mereka datang dengan satu tujuan mulia—menyampaikan penghargaan kepada pemimpin militer yang dinilai mampu menjaga harmoni sosial di tengah tantangan besar proses demokrasi.

Yakobus Kumis, tokoh Dayak sekaligus Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional, menyatakan bahwa pemberian penghargaan ini adalah momen bersejarah bagi Kalbar. “Sejak dahulu, belum pernah ada lintas etnis yang secara kolektif memberikan penghargaan seperti ini. Ini adalah simbol kuat kebersamaan dan apresiasi kami terhadap kinerja Pangdam XII dalam menciptakan kedamaian di wilayah ini,” ujarnya penuh semangat.

 

Stabilitas di Tengah Keberagaman: Sebuah Tantangan dan Keberhasilan

Kalbar, dengan keragaman etnis dan budaya yang kaya, memiliki dinamika sosial yang kompleks. Setiap proses politik, khususnya Pemilu dan Pilkada, seringkali membawa risiko ketegangan antar-kelompok. Namun, di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Iwan Setiawan, situasi di Kalbar tetap kondusif. Tidak hanya menjaga keamanan, Pangdam juga berhasil menciptakan rasa damai dan harmonis di tengah masyarakat yang beragam. Ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.

Yakobus menambahkan, “Pangdam XII telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, keberagaman di Kalbar bisa menjadi fondasi kuat untuk membangun kedamaian. Kami merasa aman dan dihargai, dan ini bukan sekadar retorika—ini adalah realitas yang kami alami selama proses pemilu.”

 

Apresiasi untuk TNI: Pilar Keutuhan Bangsa

Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi pribadi terhadap Mayjen Iwan Setiawan, tetapi juga simbol penghargaan kepada institusi TNI secara keseluruhan. “TNI adalah benteng terakhir bangsa, terutama di daerah yang kaya akan keberagaman seperti Kalbar. Kami berterima kasih atas kehadiran mereka yang selalu menjaga keutuhan bangsa,” ujar Yakobus dengan penuh rasa hormat.

Mayjen Iwan Setiawan sendiri merespons penghargaan ini dengan rendah hati. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan bukanlah hasil kerja individu semata. “Keamanan dan stabilitas di Kalbar adalah hasil kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan yang paling penting, seluruh elemen masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, mustahil kita bisa mencapai apa yang kita capai hari ini,” ujarnya.

 

Keberagaman sebagai Kekuatan

Para tokoh lintas etnis yang hadir sepakat bahwa harmoni dan kerja sama antar-komunitas merupakan kunci utama dalam membangun daerah yang damai dan sejahtera. Mereka menegaskan pentingnya menjaga keberagaman sebagai aset, bukan ancaman. “Kami datang dari berbagai latar belakang, tetapi hari ini kami bersatu untuk satu tujuan—menghargai upaya menciptakan kedamaian di Kalbar,” ujar seorang tokoh Tionghoa yang turut hadir.

Kebersamaan ini juga terlihat dalam berbagai acara yang digelar di Kalbar selama proses Pemilu. Berbagai komunitas etnis berkolaborasi untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ini adalah contoh konkret dari bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dikelola dengan bijaksana.

 

Gagasan Rumah Kebangsaan: Membangun Dialog Antar-Etnis

Dalam acara tersebut, muncul pula gagasan mendirikan Rumah Kebangsaan di Kalbar. Rumah ini diharapkan menjadi wadah bagi seluruh etnis untuk berkumpul, berdialog, dan memperkuat silaturahmi. “Rumah Kebangsaan ini akan menjadi simbol persatuan. Tempat di mana semua etnis merasa dihargai dan didengar,” ujar Yakobus.

Mayjen Iwan Setiawan menyambut baik gagasan ini. “Saya yakin Rumah Kebangsaan akan menjadi platform penting untuk memperkuat persatuan di Kalbar. Ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol dari semangat kebersamaan,” ujarnya.

Meskipun Kalbar berhasil melewati Pemilu 2024 dengan damai, tantangan ke depan masih banyak. Pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan kohesi sosial tetap menjadi prioritas. Mayjen Iwan Setiawan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusifitas daerah. “Pemimpin boleh berganti, tetapi semangat kebersamaan harus tetap terjaga. Mari kita bekerja sama untuk membangun Kalbar yang lebih baik,” tuturnya.

Yakobus juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas. “TNI dan Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kita semua harus menjadi bagian dari solusi. Dengan saling menghormati dan bekerja sama, kita bisa menghadapi tantangan apa pun.”

Penghargaan lintas etnis untuk Pangdam XII/Tpr adalah simbol kuat dari keberhasilan kolaborasi antar-komunitas di Kalbar. Ini adalah bukti bahwa dengan kepemimpinan yang bijaksana dan dukungan masyarakat, keberagaman dapat menjadi kekuatan besar. Mayjen Iwan Setiawan telah menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga menciptakan rasa damai dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Acara ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi pesan kuat bahwa Kalbar siap menghadapi masa depan dengan semangat kebersamaan. Di tengah tantangan yang ada, Kalbar telah menunjukkan bahwa kedamaian dan harmoni bukan sekadar impian, tetapi sesuatu yang bisa dicapai dengan kerja sama dan niat baik dari semua pihak.

Next Post Previous Post